Wednesday, March 6, 2013

Khadijah, Abdullah dan Iman


Pada tahun keenam dari turunnya Wahyu, Allah SWT memberikan anugrah seorang putra laki-laki bernama Abdullah kepada Baginda Rasulullah SAW dan Ibunda Khadijah r.a. Namun, ketika Abdullah berumur satu hingga dua minggu, Allah SWT pun mengambilnya kembali.

Sebagaimana seorang ibu yang baru ditinggal anak lelakinya, Khadijah r.a bersedih sebagaimana manusia biasa. Dimana ketika ia melihat air susunya (ASI) mengalir, ia selalu menitikkan air mata. Rasulullah SAW pun menemuinya dan berkata, "Ada apa kiranya wahai Khadijah?" Khadijah r.a pun menjawab, "Aku teringat Abdullah, yang mana ia belum menyelesaikan masa-masa menyusui", Rasulullah SAW berkata " Dia (Abdullah) di surga, dan di sana sudah ada yang menyusui, jika engakau suka akan aku perdengarkan suaranya kepadamu" Khadijah r.a menjawab, "Tidak perlu... Aku percaya kepada Allah SWT dan Rasulnya (SAW)".

Kisah di atas menjadi salah satu bukti dari beberapa pristiwa yang menunjukkan bahwa Khadijah binti Khuwailid merupakan salah satu wanita pilihan sepanjang masa. Dapat kita saksikan, ketika Rasulullah SAW menawarkan kepadanya untuk mendengarkan suara anak laki-laki kesayangannya, ia menolak dan keteguhan imannya menuntunnya untuk berkata, "Aku percaya kepada Allah SWT dan Rasulnya (SAW)"

Hendaknya para perempuan selalu meniru Ibunda Khadijah r.a dalam bersikap, dimana ketika saat ini banyak para ibu yang ditinggal lebih dahulu oleh anaknya yang masih balita, namun merasa diperlakukan tidak adil oleh Yang Maha Adil. Padahal, kalau bukan Allah SWT yang adil, lantas siapa lagi?

Kemudian, cobalah kita mengukur sejauh mana kepercayaan kita terhadap sabda-sabada Baginda SAW? Percayakah kita bahwa kelahiran, kematian, jodoh dan rezeki itu sudah ditentukan ukurannya sebagaimana Rasulullah SAW sampaikan? Percayakah kita bahwa Allah SWT paling menyukai amalan Jihad dijalan-Nya sebagaimana Rasulullah SAW kabarkan? Dan pertanyaan lainnya yang pada hakikatnya menuntun pada ukuran kepercayaan umat ini kepada sabda-sabda Nabinya (SAW).

Mudah-mudahan sikap Iman Ibunda Khadijah r.a tersebut menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan ketundukkan kepada Allah SWT, sehingga keyakinan dalam diri semakin mantap menuju keridloan-Nya sebagaimana kemantapan ibunda Khadijah menjawab, "Aku percaya kepada Allah SWT dan Rasulnya(SAW)". Amin.

No comments: